Text
Peta rahasia
“Pak Nu bukan jin atau arwah, Bunda. Pak Nu manusia. Kaki Pak Nu menginjak tanah. Pak Nu makan dan minum dengan membaca basmalah. Sesekali Syamil lihat Pak Nu juga salat.” “Tapi mengapa bila Syamil ingin bertemu harus meletakkan pot berisi bunga melati? Bukankah bunga melati itu dekat dengan roh-roh halus?” “Syamil juga sempat nanya waktu itu. Kata Pak Nu, bunga melati punya aroma semerbak yang disukai oleh kupu-kupu. Bila kupu-kupu banyak, maka akan muncul burung enggang sambil berkicau. Kicauan engganglah yang membantu Pak Nu untuk mengetahui bahwa Syamil datang.”
Tidak tersedia versi lain